12 Jurusan Kuliah yang Banyak Disesali Lulusan 2026
kpsinfo.id >> Jurusan Kuliah & Prospek Karier>> 12 Jurusan Kuliah yang Banyak Disesali Lulusan 2026
12 Jurusan Kuliah yang Banyak Disesali Lulusan 2026
12 Jurusan Kuliah yang Banyak Disesali Lulusan 2026 Berdasarkan Survei Global
Pilihan jurusan kuliah menjadi salah satu keputusan penting yang dapat memengaruhi perjalanan akademik dan karier seseorang. Namun, sebagian lulusan baru mengaku memiliki penyesalan terhadap bidang studi yang mereka pilih karena berbagai faktor, mulai dari peluang kerja, ekspektasi pendapatan, hingga kesiapan menghadapi dunia profesional.
Baca Juga “Pilihan Jurusan Kuliah dengan Peluang Kerja yang Menjanjikan“
Berdasarkan ZipRecruiter Annual Grad Report 2026, sekitar satu dari lima lulusan baru di Amerika Serikat menyatakan menyesali pilihan jurusannya setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Survei tersebut mencatat tingkat penyesalan tertinggi berasal dari kelompok ilmu politik, hubungan internasional, dan kebijakan publik.
Data ini berasal dari survei terhadap 3.000 responden berusia 20–29 tahun di Amerika Serikat. Responden terdiri dari 1.500 lulusan angkatan 2025 dan 1.500 calon lulusan 2026 yang dikumpulkan pada 30 Januari hingga 16 Maret 2026.
Meski demikian, hasil survei tersebut tidak menunjukkan bahwa jurusan tertentu tidak memiliki nilai atau prospek. Pilihan pendidikan tetap perlu disesuaikan dengan minat, kemampuan, biaya pendidikan, serta rencana karier yang realistis.
Ilmu Politik dan Kebijakan Publik Memiliki Tingkat Penyesalan Tertinggi
Berdasarkan laporan ZipRecruiter Graduate Survey 2026, rumpun ilmu politik, hubungan internasional, dan kebijakan publik menjadi bidang dengan tingkat penyesalan tertinggi. Sebanyak 46,3 persen lulusan dari kelompok jurusan tersebut menyatakan akan memilih bidang lain apabila dapat mengulang keputusan kuliah.
Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebagian lulusan merasa peluang pekerjaan tingkat pemula tidak sebanyak yang mereka harapkan. Selain itu, ekspektasi terhadap pendapatan awal juga menjadi salah satu pertimbangan utama.
Bidang yang berkaitan dengan pemerintahan, kebijakan, dan hubungan internasional memang memiliki jalur karier yang lebih spesifik. Banyak posisi membutuhkan pengalaman tambahan, pendidikan lanjutan, atau proses seleksi yang kompetitif.
Namun, jurusan ini tetap memiliki nilai strategis. Lulusan ilmu politik dan kebijakan publik dapat berkarier di bidang pemerintahan, organisasi internasional, riset, komunikasi publik, konsultasi, hingga analisis kebijakan.
Faktor Penyebab Lulusan Menyesali Pilihan Jurusan Kuliah
Laporan tersebut menunjukkan bahwa penyesalan lulusan tidak hanya berkaitan dengan nama jurusan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi persepsi seseorang terhadap keputusan pendidikan yang telah diambil.
Salah satu faktor terbesar adalah gaji awal yang tidak sesuai harapan. Sebagian lulusan memasuki dunia kerja dengan ekspektasi pendapatan tertentu, tetapi menemukan kondisi pasar tenaga kerja yang berbeda setelah lulus.
Faktor berikutnya adalah terbatasnya lowongan pekerjaan tingkat awal. Beberapa bidang membutuhkan pengalaman, sertifikasi tambahan, atau jaringan profesional sebelum seseorang mendapatkan posisi yang sesuai.
Kurangnya pengalaman kerja selama masa kuliah juga menjadi perhatian. Lulusan yang tidak memiliki pengalaman magang, proyek profesional, atau keterampilan tambahan terkadang menghadapi tantangan lebih besar saat memasuki dunia kerja.
Karena itu, keputusan memilih jurusan tidak cukup hanya berdasarkan tren atau popularitas. Calon mahasiswa perlu memahami keterampilan yang akan diperoleh, peluang industri, serta strategi pengembangan diri selama masa kuliah.
Penyesalan Jurusan Tidak Sama dengan Kegagalan Karier
Tingkat penyesalan dalam survei merupakan persepsi pribadi responden, bukan indikator kualitas suatu jurusan. Seseorang dapat merasa kurang puas terhadap pilihannya tanpa berarti bidang tersebut tidak memiliki prospek.
Penyesalan dalam konteks survei berarti responden merasa akan memilih bidang studi berbeda jika mendapat kesempatan mengulang keputusan. Hal tersebut berbeda dengan beberapa kondisi lain yang sering disalahartikan.
Tidak menyukai pekerjaan setelah lulus belum tentu berkaitan dengan jurusan. Faktor seperti lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, beban pekerjaan, dan budaya perusahaan juga dapat memengaruhi kepuasan seseorang.
Begitu pula dengan bekerja di luar bidang studi. Banyak lulusan justru berhasil membangun karier lintas sektor karena keterampilan yang diperoleh selama kuliah tetap relevan.
Kemampuan berpikir analitis, komunikasi, riset, pemecahan masalah, dan kerja sama menjadi keterampilan yang dibutuhkan dalam berbagai industri. Oleh karena itu, latar belakang pendidikan tidak selalu menentukan satu jalur karier tertentu.
Cara Memilih Jurusan Kuliah dengan Pertimbangan yang Lebih Matang
Calon mahasiswa dapat mengurangi risiko penyesalan dengan melakukan riset sebelum menentukan jurusan. Salah satu langkah penting adalah memahami isi kurikulum dan keterampilan yang akan dipelajari selama perkuliahan.
Informasi mengenai prospek kerja juga perlu menjadi pertimbangan. Mahasiswa dapat melihat kebutuhan industri, perkembangan profesi, serta peluang pengembangan karier dalam bidang yang diminati.
Selain itu, calon mahasiswa disarankan mencari informasi melalui tracer study dari kampus tujuan. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai perjalanan lulusan sebelumnya, termasuk bidang pekerjaan dan tingkat penyerapan kerja.
Pengalaman praktis juga memiliki peran penting. Mengikuti magang, organisasi, penelitian, atau proyek profesional sejak kuliah dapat membantu mahasiswa memahami dunia kerja sekaligus memperkuat kompetensi.
Daftar Jurusan yang Perlu Dipertimbangkan dengan Rencana Karier Jelas
Hasil survei ZipRecruiter tidak dapat dijadikan patokan tunggal dalam memilih jurusan. Setiap bidang memiliki peluang dan tantangan yang berbeda tergantung kondisi industri, kemampuan individu, serta strategi pengembangan diri.
Jurusan dengan tingkat penyesalan tinggi tetap dapat menghasilkan lulusan yang sukses apabila didukung pengalaman, keterampilan tambahan, dan jaringan profesional yang kuat.
Sebaliknya, jurusan yang dianggap memiliki prospek tinggi juga tidak menjamin keberhasilan tanpa usaha dan perencanaan karier yang baik.
Pilihan Jurusan Kuliah Harus Disesuaikan dengan Tujuan Jangka Panjang
Penyesalan terhadap pilihan jurusan merupakan pengalaman yang cukup umum bagi sebagian lulusan muda. Perubahan minat, kondisi ekonomi, dan perkembangan industri dapat memengaruhi pandangan seseorang setelah memasuki dunia kerja.
Karena itu, calon mahasiswa perlu melihat pendidikan tinggi sebagai investasi jangka panjang. Pemilihan jurusan sebaiknya mempertimbangkan kombinasi antara minat pribadi, kemampuan akademik, kebutuhan industri, serta peluang pengembangan keterampilan.
Dengan perencanaan yang matang, mahasiswa dapat memaksimalkan manfaat pendidikan dan membangun jalur karier yang sesuai dengan tujuan masa depan.
Baca Juga “Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali Mahasiswa Setelah Lulus“
Related Post
- by setnis
- 0
10 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Anak Kreatif
10 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Anak Kreatif dan Prospek Kariernya Memilih jurusan kuliah yang…
- by setnis
- 0