300 Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Raih Sertifikasi
kpsinfo.id >> Digital Skills & Bootcamp>> 300 Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Raih Sertifikasi
300 Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Raih Sertifikasi
Sertifikasi 300 Pekerja Konstruksi Perkuat Kualitas Pembangunan Sekolah Rakyat
Pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas pemerintah tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur pendidikan, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses konstruksi. Untuk mendukung tujuan tersebut, sebanyak 300 tenaga kerja konstruksi yang terlibat dalam proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Lampung mengikuti sertifikasi kompetensi kerja pada tahun anggaran 2026.
Program sertifikasi ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara PT Brantas Abipraya dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang, Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kegiatan dilakukan langsung di lokasi proyek guna memastikan proses asesmen berjalan efektif tanpa menghambat progres pembangunan.
baca juga”Jurusan PKN STAN dan Jalur Masuk Menuju CPNS Kemenkeu“
Sertifikasi Kompetensi Dukung Standar Kualitas Proyek Strategis
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan bahwa sertifikasi tersebut ditujukan bagi tenaga kerja konstruksi strategis jenjang 1 hingga 3 yang terlibat langsung dalam pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Melalui sertifikasi, pekerja dapat memastikan keterampilan yang dimiliki telah memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Langkah ini juga mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah. Dengan tenaga kerja yang kompeten, target kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu proyek diharapkan dapat tercapai secara optimal.
Berbagai Profesi Konstruksi Mengikuti Proses Sertifikasi
Peserta sertifikasi berasal dari berbagai bidang pekerjaan konstruksi yang memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur pendidikan. Mereka meliputi kepala tukang bangunan gedung, mandor konstruksi, tukang besi beton, tukang cat bangunan, tukang kayu konstruksi, hingga tenaga pemasang baja ringan dan keramik.
Keberagaman profesi tersebut menunjukkan bahwa kualitas proyek konstruksi tidak hanya bergantung pada tenaga ahli, tetapi juga pada keterampilan pekerja lapangan yang menjalankan proses pembangunan sehari-hari.
Menurut Dian, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh penggunaan material berkualitas dan teknologi modern. Kompetensi sumber daya manusia yang bekerja di lapangan juga menjadi faktor utama yang menentukan hasil akhir proyek.
Sertifikasi Menjadi Jaminan Mutu Infrastruktur Pendidikan
Pembangunan Sekolah Rakyat memiliki dampak sosial yang luas karena ditujukan untuk mendukung peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, kualitas konstruksi menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan.
Dian menegaskan bahwa sertifikasi tenaga kerja merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan pembangunan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. Melalui proses tersebut, setiap pekerja memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sesuai standar nasional.
Selain meningkatkan kualitas pekerjaan, sertifikasi juga berperan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan proyek konstruksi.
Sektor Konstruksi Berkontribusi Besar terhadap Perekonomian Nasional
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Indro Pantja Pramodo, menilai penguatan kompetensi tenaga kerja konstruksi menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung pembangunan nasional.
Menurut data Kementerian PU, sektor konstruksi menyumbang sekitar 10,96 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sekitar 8,5 juta tenaga kerja. Kontribusi tersebut menjadikan sektor konstruksi sebagai salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi langkah yang diperlukan untuk memastikan setiap proyek infrastruktur dapat dibangun dengan standar mutu yang tinggi.
Sekolah Rakyat Membutuhkan Tenaga Kerja Bersertifikat
Indro menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kompetensi tenaga kerja yang terlibat dalam proses konstruksi.
Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mewajibkan setiap tenaga kerja konstruksi memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja. Sertifikasi tersebut bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi menjadi jaminan mutu terhadap infrastruktur yang dibangun.
Dengan adanya tenaga kerja tersertifikasi, kualitas bangunan dapat lebih terukur dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi Terus Meningkat
Pemerintah memperkirakan kebutuhan tenaga kerja konstruksi akan terus meningkat seiring pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur pada 2026. Data Kementerian PU menunjukkan pembangunan nasional tahun depan membutuhkan sekitar 37.356 tenaga kerja konstruksi.
Jumlah tersebut terdiri atas 754 tenaga ahli, 2.676 teknisi, dan 33.926 operator. Khusus untuk sektor prasarana strategis, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai 13.522 orang.
Angka tersebut menunjukkan pentingnya program sertifikasi sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan siap bekerja di berbagai proyek nasional.
Peningkatan Kompetensi SDM Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan
Kolaborasi antara pemerintah dan BUMN konstruksi dalam menyelenggarakan sertifikasi tenaga kerja menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing sektor konstruksi Indonesia. Pendekatan sertifikasi yang dilakukan langsung di lokasi proyek dinilai efektif karena tidak mengganggu pekerjaan yang sedang berlangsung.
Ke depan, peningkatan kualitas sumber daya manusia konstruksi akan menjadi faktor kunci dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. Dengan tenaga kerja yang tersertifikasi dan kompeten, pembangunan Sekolah Rakyat maupun proyek strategis lainnya diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
baca juga”Danantara Resmi Bentuk Holding Kawasan Industri Indonesia“
Related Post
- by setnis
- 0
Deep Learning Dorong Guru Lebih Berani Menulis
Pendekatan Deep Learning Dorong Guru Lebih Percaya Diri Menulis dari Pengalaman Nyata Pendekatan deep learning…
- by setnis
- 0