Beasiswa Nak Badung Diluncurkan untuk Perluas Akses Pendidikan

Beasiswa Nak Badung Perluas Akses Pendidikan di Badung

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, meluncurkan Program Beasiswa Nak Badung bersamaan dengan penyelenggaraan Badung Education Fair (BEF) 2026. Program tersebut ditujukan untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa melalui dua skema bantuan.

Baca Juga “Beasiswa KJMU Tahap II 2026 Resmi Dibuka!“

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meluncurkan program tersebut di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Selasa, 9 Juni 2026. Dua program yang diperkenalkan adalah Beasiswa Motivasi dan Beasiswa Afirmasi.

Beasiswa Motivasi menyasar siswa SMA, SMK, dan jenjang pendidikan sederajat. Sementara itu, Beasiswa Afirmasi diperuntukkan bagi mahasiswa baru pada jenjang Sarjana, Sarjana Terapan, maupun Profesi.

Dua Skema Beasiswa Menjangkau Jenjang Pendidikan Berbeda

Beasiswa Nak Badung dirancang dengan sasaran penerima yang berbeda sesuai kebutuhan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Badung menempatkan program tersebut sebagai salah satu instrumen untuk memperluas akses pendidikan masyarakat.

Beasiswa Motivasi memberikan dukungan kepada siswa pada jenjang pendidikan menengah. Bantuan tersebut mencakup biaya SPP atau sumbangan pendidikan, biaya personal, serta kebutuhan seragam sekolah.

Adapun Beasiswa Afirmasi memberikan dukungan yang lebih luas bagi mahasiswa baru. Penerima dapat memperoleh bantuan SPP atau UKT, biaya personal, biaya indekos, laptop, hingga biaya wisuda.

Perbedaan skema tersebut memungkinkan bantuan disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Dukungan biaya pendidikan juga diharapkan dapat mengurangi hambatan ekonomi yang dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan.

Beasiswa Afirmasi Targetkan 450 Penerima

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan Beasiswa Afirmasi tahun ini ditargetkan untuk 450 penerima. Seleksi dilakukan melalui proses verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang sesuai dengan kriteria.

Program tersebut menyasar keluarga yang belum memiliki anggota keluarga dengan pendidikan S1 atau D4. Anak dari keluarga petani juga menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian dalam program afirmasi.

Selain pertimbangan sosial dan ekonomi, pemerintah memasukkan unsur kearifan lokal dalam kriteria penerima. Beasiswa juga diarahkan bagi anak ketiga atau Nyoman serta anak keempat atau Ketut.

“Beasiswa ini diharapkan memberikan lebih banyak akses kepada masyarakat Badung dengan prinsip keadilan,” kata Adi Arnawa.

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga memberikan perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, kelompok tersebut perlu memperoleh kesempatan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Pemkab Badung Gandeng Perguruan Tinggi se-Bali

Peluncuran Beasiswa Afirmasi turut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Badung dan sejumlah perguruan tinggi di Bali. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program bagi mahasiswa baru.

Pada saat yang sama, Sekretaris Daerah Badung IB Surya Suamba menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali terkait Beasiswa Motivasi.

Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Perguruan tinggi berperan dalam mendukung proses pendidikan penerima Beasiswa Afirmasi, sedangkan pemerintah daerah menyiapkan dukungan pembiayaan sesuai ketentuan.

Adi Arnawa mengatakan program beasiswa diarahkan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif. Pemerintah daerah juga menargetkan penerima memiliki kemampuan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Pendidikan Dihubungkan dengan Penguatan Sumber Daya Manusia

Program Nak Badung tidak hanya berorientasi pada bantuan biaya pendidikan. Pemerintah Kabupaten Badung menempatkan program tersebut sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Kebijakan tersebut juga memiliki kaitan dengan penguatan masyarakat di sektor pertanian. Pemerintah memberikan perhatian kepada anak petani melalui skema afirmasi yang diharapkan dapat membantu keluarga petani membiayai pendidikan anak.

Adi Arnawa mengatakan dukungan tersebut diharapkan dapat membuat petani lebih fokus menjalankan aktivitas produksi pangan. Dengan demikian, pendidikan anak dan keberlanjutan sektor pertanian dapat berjalan secara bersamaan.

Program ini juga memperlihatkan pendekatan pendidikan yang mencakup akses, keberlanjutan, dan inklusivitas. Dukungan untuk kelompok berkebutuhan khusus menjadi salah satu bagian yang turut disoroti pemerintah daerah.

BEF 2026 Dorong Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Badung I Gusti Made Dwipayana mengatakan Badung Education Fair telah diselenggarakan secara berkelanjutan sejak 2022.

Pada 2026, kegiatan tersebut mengangkat tema “Pendidikan Berkelanjutan untuk Semua”. Tema tersebut menekankan pentingnya proses pembelajaran yang berkualitas, inklusif, relevan, dan dapat berlangsung sepanjang hayat.

Menurut Dwipayana, pendidikan tidak hanya dinilai dari hasil akhir. Proses belajar, kolaborasi, kreativitas, dan pengalaman peserta didik juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan.

“Peluncuran Beasiswa Nak Badung dalam momen BEF 2026 menjadi bukti konkret perluasan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Rangkaian BEF 2026 juga diisi dengan apresiasi terhadap sejumlah sekolah melalui program Simpanan Pelajar atau SimPel. BPD Bali memberikan penghargaan kepada lima sekolah dengan transaksi SimPel terbanyak serta Agen SimPel Teraktif 2025.

Lima sekolah tersebut adalah SMPN 2 Abiansemal, SMPN 1 Kuta Selatan, SMPN 1 Petang, SDN 4 Kapal, dan SDN 1 Kerobokan.

Pemkab Badung juga menerima apresiasi dari Bank Indonesia atas dukungannya terhadap program Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Henry Nosih Saturwa.

Peluncuran Beasiswa Nak Badung menjadi langkah pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan melalui dukungan pembiayaan. Ke depan, ketepatan sasaran, proses verifikasi, serta keberlanjutan bantuan akan menjadi faktor penting agar program dapat memberikan manfaat bagi penerima sesuai tujuan yang ditetapkan.

Baca Juga “Kuliah Gratis di Thailand? Chulalongkorn Buka Beasiswa S2-S3 2026“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post