Beasiswa Zakat Indonesia Diperpanjang hingga 14 September
kpsinfo.id >> Beasiswa Fully Funded Luar Negeri>> Beasiswa Zakat Indonesia Diperpanjang hingga 14 September
Beasiswa Zakat Indonesia Diperpanjang hingga 14 September
Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang hingga 14 September
Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama memperpanjang masa pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) 2026. Pendaftaran yang sebelumnya berakhir pada 7 September kini dibuka hingga 14 September 2026.
Perpanjangan tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa baru yang ingin memperoleh dukungan pendidikan melalui program BeZakat. Program ini ditujukan bagi mahasiswa baru jenjang S1 di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).
Baca Juga “Tiga Penerima Beasiswa di Sampoerna University Diwisuda“
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghafur mengatakan BeZakat tidak hanya berfokus pada bantuan biaya pendidikan. Program ini juga diarahkan untuk membangun pemberdayaan penerima manfaat melalui pemanfaatan dana zakat.
“BeZakat bukan hanya tentang memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa, tetapi membangun ekosistem pemberdayaan melalui zakat,” kata Waryono.
BeZakat Berikan Pembiayaan Pendidikan hingga Empat Tahun
BeZakat memberikan pembiayaan pendidikan secara penuh dengan durasi maksimal empat tahun. Program tersebut menyasar mahasiswa baru yang memenuhi persyaratan dan berasal dari kelompok penerima manfaat sesuai ketentuan program.
Waryono menjelaskan bahwa dana zakat perlu diarahkan pada program yang memberikan dampak jangka panjang. Pendidikan menjadi salah satu sarana yang dinilai dapat membuka peluang masa depan penerima manfaat.
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan dukungan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan memberikan manfaat setelah menyelesaikan studi.
Syarat Utama Pendaftaran BeZakat 2026
Calon peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum mengajukan pendaftaran. Beberapa ketentuan utama yang perlu diperhatikan meliputi:
Beragama Islam dan berstatus Warga Negara Indonesia.
Merupakan mahasiswa baru jenjang S1 di PTN atau PTKIN.
Memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar SMA, SMK, STM, MA, atau satuan pendidikan yang setara.
Memiliki nilai rapor semester 1 sampai 5 dengan rata-rata minimal 80.
Memiliki bukti kelulusan masuk perguruan tinggi melalui Letter of Acceptance (LoA), dokumen penerimaan, atau KRS.
Melampirkan invoice atau surat tagihan UKT resmi serta bukti pembayaran UKT semester pertama.
Memiliki surat rekomendasi dari pihak yang ditentukan dalam persyaratan program.
Memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Melampirkan bukti penghasilan orang tua atau wali yang menunjukkan kondisi ekonomi keluarga.
Melampirkan bukti cek desil melalui layanan Kemensos.
Menyertakan dokumen pendukung kondisi tempat tinggal.
Menyertakan dokumen prestasi akademik atau nonakademik jika tersedia.
Menulis personal statement dan esai proyek perubahan sesuai ketentuan.
Pendaftar juga harus memenuhi sejumlah komitmen selama mengikuti program. Ketentuan tersebut mencakup kesediaan mengikuti pembinaan, menjalani pendidikan secara penuh waktu, dan tidak menerima pendanaan ganda.
Peserta juga diwajibkan memberikan data secara benar dan akurat. Mereka harus mematuhi ketentuan program, tidak terlibat dalam tindak pidana atau penyalahgunaan narkoba, serta tidak mengajukan beasiswa lain selama menerima BeZakat.
Dokumen yang Perlu Disiapkan Pendaftar
Selain memenuhi persyaratan umum, calon penerima perlu menyiapkan berbagai dokumen pendukung. Dokumen tersebut digunakan dalam proses verifikasi administrasi.
Dokumen yang perlu disiapkan meliputi data diri pendaftar dan orang tua atau wali. Pendaftar juga harus mengunggah pas foto terbaru berukuran 3×4 dengan latar belakang merah.
Dokumen identitas mencakup KTP dan kartu keluarga pendaftar serta KTP orang tua atau wali. Dokumen pendidikan meliputi ijazah dan nilai rapor semester 1 sampai 5.
Pendaftar juga perlu menyiapkan bukti kelulusan perguruan tinggi berupa LoA dan KRS. Invoice UKT resmi serta bukti pembayaran UKT semester pertama harus disertakan dalam satu berkas PDF.
Dokumen lainnya mencakup surat pernyataan komitmen dan pakta integritas bermaterai. Pendaftar juga perlu melampirkan surat rekomendasi, SKTM, serta slip gaji atau surat keterangan penghasilan orang tua.
Bukti cek desil dari laman Kemensos dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sekolah dapat dilampirkan sesuai ketentuan. KIP sekolah bersifat opsional.
Pendaftar juga diminta mengunggah foto rumah dari beberapa sisi. Foto tersebut meliputi bagian depan, samping, ruang keluarga, dapur, belakang, dan kamar mandi.
Bukti pembayaran listrik tiga bulan terakhir juga perlu disertakan. Pendaftar yatim harus melampirkan surat keterangan yatim.
Bagi peserta yang memiliki prestasi, dokumen pendukung dapat berupa bukti prestasi akademik atau nonakademik. Prestasi yang berkaitan dengan dakwah dan keagamaan juga dapat dilampirkan.
Personal Statement dan Esai Proyek Perubahan
BeZakat mewajibkan peserta menulis personal statement dengan tema “Perjalanan Hidupku dan Mimpiku untuk Memberi Manfaat”.
Personal statement memiliki batas maksimal 1.500 kata. Peserta juga harus membuat esai proyek perubahan dengan batas maksimal 1.500 kata.
Kedua tulisan tersebut menjadi bagian dari dokumen seleksi. Peserta perlu menyampaikan pengalaman, tujuan pendidikan, serta gagasan yang relevan dengan kontribusi dan pemberdayaan masyarakat.
Program BeZakat juga hanya diperuntukkan bagi mahasiswa kelas reguler. Kelas eksekutif, khusus, karyawan, jarak jauh, dan internasional tidak termasuk dalam cakupan program.
Jadwal Seleksi BeZakat 2026 Terbaru
Setelah masa pendaftaran diperpanjang, tahapan seleksi BeZakat 2026 akan berlangsung hingga akhir tahun.
Berikut jadwal terbaru yang perlu diperhatikan calon peserta:
Pendaftaran: 24 Agustus–14 September 2026.
Seleksi administrasi: 15–18 September 2026.
Pengumuman hasil administrasi: 21 September 2026.
Wawancara potensi diri, ruhiyah, dan akademik: 23 September–9 Oktober 2026.
Pengumuman hasil wawancara: 14 Oktober 2026.
Wawancara komitmen dan kepribadian bersama orang tua atau wali: 21 Oktober–5 November 2026.
Pengumuman kelulusan: 18 November 2026.
Orientasi calon penerima beasiswa: Desember 2026.
Dengan perpanjangan pendaftaran hingga 14 September, calon peserta masih memiliki kesempatan untuk melengkapi dokumen dan memastikan seluruh persyaratan terpenuhi.
BeZakat Dorong Akses Pendidikan dan Pemberdayaan Mahasiswa
Perpanjangan pendaftaran BeZakat 2026 memberikan tambahan waktu bagi mahasiswa baru yang belum sempat menyelesaikan proses pendaftaran. Program ini memberikan dukungan pembiayaan pendidikan penuh hingga maksimal empat tahun.
Di sisi lain, banyaknya dokumen dan komitmen yang dipersyaratkan membuat calon peserta perlu mempersiapkan pendaftaran dengan teliti. Pemeriksaan ulang dokumen dapat membantu mengurangi risiko kendala pada tahap seleksi administrasi.
Program BeZakat menempatkan pendidikan sebagai salah satu instrumen pemanfaatan zakat untuk pemberdayaan. Melalui dukungan pendidikan tinggi, penerima diharapkan tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi setelah lulus.
Calon peserta dapat melakukan pendaftaran melalui laman resmi pendaftaran BeZakat Kementerian Agama sebelum batas waktu 14 September 2026. Pastikan seluruh informasi dan dokumen yang dikirim sesuai dengan ketentuan program.
Baca Juga “Beasiswa Zakat Indonesia 2026 Diperpanjang sampai 14 September, Cek Syarat dan Cara Daftarnya“
Related Post
- by setnis
- 0
Bupati Tangerang Dorong Penerima Beasiswa Jadi Sarjana Andal
Bupati Tangerang Dorong 1.075 Penerima Beasiswa Jadi Sarjana AndalBupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mendorong 1.075…
- by setnis
- 0