Dua Santri NTB Lolos Beasiswa Kuliah di Tunisia

Dua Santri NTB Lolos Beasiswa Kuliah di Tunisia
Dua santri berprestasi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil lolos seleksi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tunisia. Keduanya berasal dari pesantren berbeda di Lombok Timur dan Dompu.

Mereka adalah Nurhidayani dari Pondok Pesantren Nurul Azhar, Lombok Timur, serta Ahmad Alfarizi dari Pondok Pesantren Yasmin Dorebara, Dompu.

Baca Juga “Gigihnya Fina Anak Buruh Lampung Kejar Impian Jadi Dokter Diganjar Beasiswa UMY“

Keberhasilan tersebut menjadi peluang bagi keduanya untuk memperluas pengalaman akademik di tingkat internasional. Prestasi itu juga menjadi bagian dari upaya pesantren mendorong santri agar berani melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Momentum tersebut turut mempertemukan kedua pesantren melalui kegiatan Rihlah Hasanah. Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Yasmin Dorebara, Dompu, pada Sabtu, 5 September 2026.

Rihlah Hasanah Perkuat Hubungan Antarpesantren
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Azhar Lombok Timur, KH Hendriawan Lc MPd, mengatakan Rihlah Hasanah tidak sekadar menjadi kegiatan kunjungan. Menurutnya, agenda tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sekaligus bertukar pengetahuan.

“Kunjungan antarpesantren menjadi kesempatan untuk bertukar informasi mengenai sistem pendidikan, kurikulum, dan manajemen kepesantrenan,” kata Hendriawan.

Melalui kegiatan tersebut, pengelola pesantren dapat membahas berbagai pengalaman dalam menjalankan pendidikan. Pertukaran informasi juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan sistem pembelajaran sesuai kebutuhan santri.

Rihlah turut memberikan kesempatan kepada santri dan ustaz untuk berinteraksi di luar lingkungan pesantren masing-masing. Pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus membangun hubungan yang lebih erat.

Kegiatan Mendorong Kemandirian dan Karakter Santri
Menurut Hendriawan, kegiatan di luar lingkungan pesantren juga memiliki manfaat dalam pembentukan karakter. Santri dapat belajar menghadapi lingkungan baru dengan tetap menerapkan kedisiplinan dan tanggung jawab.

Rihlah menjadi salah satu aktivitas yang dapat melatih kemandirian santri. Mereka juga dituntut menjaga sikap dan adab ketika berinteraksi dengan lingkungan yang berbeda.

Kegiatan tersebut diharapkan memberikan suasana baru setelah santri menjalani rutinitas belajar, hafalan, dan kajian yang cukup padat. Penyegaran melalui kegiatan bersama dapat membantu menjaga semangat mereka dalam mengikuti proses pendidikan.

Dengan demikian, Rihlah Hasanah tidak hanya berorientasi pada kunjungan. Kegiatan tersebut juga menggabungkan unsur silaturahmi, pertukaran pengetahuan, pengalaman belajar, dan pembinaan karakter.

Dua Santri Siap Melanjutkan Studi di Tunisia
Pertemuan kedua pesantren memiliki makna khusus karena Nurhidayani dan Ahmad Alfarizi sama-sama berhasil melewati seleksi beasiswa untuk kuliah di Tunisia.

Kesempatan tersebut memberikan ruang bagi keduanya untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengenal lingkungan akademik di luar Indonesia. Mereka juga berpotensi membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Keberhasilan dua santri tersebut dapat menjadi contoh bahwa pendidikan pesantren dapat membuka akses menuju jenjang pendidikan internasional. Prestasi akademik dan kesiapan mengikuti seleksi menjadi bagian penting dalam meraih kesempatan tersebut.

Namun, informasi mengenai perguruan tinggi, program studi, jadwal keberangkatan, serta fasilitas beasiswa perlu merujuk pada ketentuan resmi penyelenggara. Detail tersebut penting bagi calon peserta lain yang ingin mengikuti peluang serupa.

Pesantren Dorong Santri Berani Mengejar Pendidikan Internasional
Pimpinan Pondok Pesantren Yasmin Dorebara, H Burhanudin SAg, menilai keberhasilan santri melanjutkan pendidikan ke luar negeri dapat memperluas wawasan generasi pesantren.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi santri lain untuk meningkatkan kemampuan dan mencari peluang pendidikan yang lebih luas.

“Kesempatan seperti ini menjadi motivasi bagi santri lainnya agar terus belajar dan berani mengambil peluang pendidikan di luar negeri,” ujar Burhanudin.

Pesantren memiliki peran penting dalam membekali santri dengan kemampuan akademik dan karakter. Dukungan terhadap akses pendidikan internasional juga dapat membantu santri memahami lingkungan akademik yang lebih beragam.

Prestasi Santri Jadi Inspirasi untuk Pendidikan Global
Rihlah Hasanah menjadi momentum bagi Nurhidayani dan Ahmad Alfarizi untuk saling mengenal sebelum menjalani pendidikan di Tunisia. Pertemuan tersebut sekaligus mempererat hubungan antara Ponpes Nurul Azhar dan Ponpes Yasmin Dorebara.

Kedua pesantren berharap keberhasilan tersebut dapat menginspirasi lebih banyak santri NTB. Peluang pendidikan internasional dapat menjadi salah satu jalur untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring generasi muda.

Ke depan, kerja sama dan komunikasi antarpesantren dapat terus dikembangkan melalui pertukaran informasi pendidikan. Langkah tersebut penting agar semakin banyak santri memperoleh informasi mengenai beasiswa dan kesempatan studi di luar negeri.

Keberhasilan dua santri NTB ini pada akhirnya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi. Prestasi tersebut juga menunjukkan pentingnya dukungan lingkungan pendidikan dalam membuka akses santri menuju pengalaman akademik di tingkat internasional.

Baca Juga “BSI Salurkan Rp1,5 Miliar Beasiswa untuk 65 Mahasiswa Unila“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post