Growth Hormone Anak Banyak Diproduksi Saat Tidur Malam
kpsinfo.id >> Parenting & Pendidikan Anak Usia Dini>> Growth Hormone Anak Banyak Diproduksi Saat Tidur Malam
Growth Hormone Anak Banyak Diproduksi Saat Tidur Malam
Dokter Ungkap Waktu Penting Growth Hormone Anak Keluar Saat Tidur Malam
Banyak orang tua mengaitkan pertumbuhan tinggi badan anak semata-mata dengan asupan makanan bergizi. Padahal, selain nutrisi, kualitas tidur juga memiliki peran penting dalam mendukung proses tumbuh kembang. Tidur yang cukup dan teratur membantu tubuh melepaskan hormon pertumbuhan atau growth hormone yang berperan besar dalam perkembangan fisik anak.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menjelaskan bahwa pertumbuhan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berbeda sesuai tahap usia. Pada masa awal kehidupan, kebutuhan nutrisi menjadi faktor dominan. Namun, setelah anak memasuki usia tertentu, hormon pertumbuhan mulai mengambil peran yang lebih besar dalam menentukan laju pertumbuhan tinggi badan.
Karena itu, menjaga pola tidur yang sehat tidak kalah penting dibandingkan memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup setiap hari. Kedua faktor tersebut saling melengkapi untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.
baca juga”Global Talent Day 2026 Jadi Ajang Pengembangan Talenta RI“
Growth Hormone Berperan Besar pada Pertumbuhan Anak Usia 2 hingga 12 Tahun
Menurut Prof. Rini, faktor yang memengaruhi pertumbuhan anak berubah seiring bertambahnya usia. Pada dua tahun pertama kehidupan, nutrisi menjadi penentu utama pertumbuhan tinggi dan berat badan.
Masa ini sering disebut sebagai periode emas tumbuh kembang karena tubuh anak mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Kekurangan gizi pada periode tersebut dapat berdampak terhadap pertumbuhan jangka panjang.
Setelah usia dua tahun, peran hormon pertumbuhan menjadi semakin penting. Hormon ini membantu merangsang pertumbuhan tulang, jaringan tubuh, serta berbagai proses metabolisme yang mendukung perkembangan anak.
“Pertumbuhan tinggi badan sampai usia dua tahun sangat dipengaruhi oleh nutrisi. Kemudian usia dua sampai sekitar 12 tahun dipengaruhi oleh faktor growth hormone,” jelas Prof. Rini.
Pada periode tersebut, anak membutuhkan kombinasi antara nutrisi yang memadai, aktivitas fisik yang cukup, serta kualitas tidur yang baik agar hormon pertumbuhan dapat bekerja secara optimal.
Hormon Pertumbuhan Banyak Dilepaskan Saat Fase Tidur Nyenyak
Salah satu fakta penting yang sering belum dipahami orang tua adalah waktu pelepasan growth hormone dalam tubuh. Prof. Rini menjelaskan bahwa hormon pertumbuhan diproduksi secara alami dan dilepaskan terutama saat anak memasuki fase tidur nyenyak atau deep sleep.
Fase tidur nyenyak merupakan tahap tidur yang sangat penting bagi proses pemulihan tubuh. Pada fase ini, aktivitas otak melambat, jaringan tubuh melakukan regenerasi, dan berbagai hormon penting diproduksi dalam jumlah lebih besar.
Menurut Prof. Rini, pelepasan hormon pertumbuhan biasanya terjadi pada malam hari dan mencapai puncaknya sekitar pukul 23.00.
“Growth hormone keluar pada saat tidur malam, saat deep sleep. Itu kira-kira keluar jam 11 malam,” ujarnya.
Karena itu, anak idealnya sudah tertidur sebelum waktu tersebut agar tubuh memiliki kesempatan memasuki fase tidur nyenyak ketika hormon pertumbuhan mulai diproduksi secara optimal.
Jika anak masih terjaga hingga larut malam, kualitas fase tidur dalam dapat berkurang. Kondisi ini berpotensi mengurangi efektivitas proses pelepasan hormon pertumbuhan yang dibutuhkan tubuh.
Pentingnya Membiasakan Anak Tidur Teratur Sejak Bayi
Prof. Rini menekankan bahwa kebiasaan tidur yang baik sebaiknya dibentuk sejak usia dini. Menurutnya, orang tua perlu mengenalkan jadwal tidur yang konsisten agar anak terbiasa memiliki ritme biologis yang teratur.
Ia menyarankan agar anak mulai bersiap tidur pada malam hari dan memiliki waktu tidur yang relatif sama setiap hari. Kebiasaan tersebut membantu tubuh mengenali waktu istirahat sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik.
“Anak harus diajari memiliki jam tidur yang teratur sejak bayi. Bedtime itu seharusnya jam 8 malam,” kata Prof. Rini.
Meski terlihat sederhana, penerapan jadwal tidur yang konsisten sering menjadi tantangan bagi banyak keluarga. Aktivitas sekolah, penggunaan gawai, hingga kebiasaan menonton televisi pada malam hari dapat membuat anak tidur lebih larut.
Padahal, memperbaiki pola tidur yang sudah terbentuk kurang baik biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan membangun kebiasaan sehat sejak awal.
Oleh karena itu, orang tua dianjurkan menciptakan rutinitas malam yang mendukung kualitas tidur anak. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain mengurangi paparan layar sebelum tidur, membatasi konsumsi makanan atau minuman berkafein, serta menjaga suasana kamar tetap nyaman dan tenang.
Nutrisi Tetap Menjadi Fondasi Pertumbuhan yang Seimbang
Meski hormon pertumbuhan memiliki peran penting, Prof. Rini mengingatkan bahwa kebutuhan nutrisi anak tetap harus dipenuhi secara optimal. Tidak ada satu faktor tunggal yang dapat menjamin pertumbuhan tinggi badan berlangsung maksimal.
Ia menegaskan bahwa orang tua tidak perlu memberikan protein secara berlebihan dengan harapan anak tumbuh lebih tinggi. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh kebutuhan zat gizi terpenuhi sesuai usia dan kondisi masing-masing anak.
“Nutrisinya harus seimbang. Tidak perlu juga memberikan protein berlebihan untuk bayi. Semuanya harus sesuai dengan komposisi yang dibutuhkan,” jelasnya.
Pola makan seimbang mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serta asupan cairan yang cukup. Selain mendukung pertumbuhan tinggi badan, nutrisi yang baik juga membantu perkembangan otak, sistem imun, dan kesehatan secara keseluruhan.
Para ahli tumbuh kembang juga menekankan pentingnya aktivitas fisik rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat anak. Aktivitas bergerak membantu memperkuat tulang dan otot sekaligus mendukung kualitas tidur yang lebih baik pada malam hari.
Kombinasi Tidur Berkualitas dan Nutrisi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Optimal
Pertumbuhan anak tidak hanya ditentukan oleh makanan bergizi, tetapi juga dipengaruhi kualitas tidur yang diperoleh setiap hari. Hormon pertumbuhan bekerja paling aktif saat anak memasuki fase tidur nyenyak pada malam hari, sehingga jadwal tidur yang teratur menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tinggi badan.
Karena itu, orang tua perlu memperhatikan dua aspek utama secara bersamaan, yaitu pemenuhan nutrisi seimbang dan pembentukan kebiasaan tidur yang sehat sejak dini. Dengan dukungan pola hidup yang baik, tubuh anak dapat memaksimalkan produksi hormon pertumbuhan dan menjalankan proses tumbuh kembang secara optimal.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap gizi anak, pesan ini menjadi pengingat bahwa tidur bukan sekadar waktu beristirahat. Tidur yang berkualitas merupakan bagian penting dari fondasi kesehatan dan pertumbuhan yang akan memengaruhi perkembangan anak hingga masa remaja dan dewasa.
baca juga”Peran Ayah yang Kerap Terlupakan dalam Tumbuh Kembang Anak“
Related Post
- by setnis
- 0
Gus Ipul Minta Siswa Sekolah Rakyat DKI Tetap Percaya Diri
Gus Ipul Ajak Siswa Sekolah Rakyat Bangun Kepercayaan Diri dan Sambut Masa Depan dengan Optimisme…
- by setnis
- 0