Human Starchild Buka Program Parenting Metode Jepang

HUMAN STARCHILD RESMI DIBUKA, TAWARKAN DAYCARE DENGAN PENDEKATAN PENGASUHAN ALA JEPANG

Human Starchild Indonesia resmi membuka cabang barunya di Jakarta Selatan dengan menghadirkan layanan daycare dan preschool berbasis pendekatan pengasuhan anak ala Jepang. Layanan ini dirancang untuk membantu orang tua bekerja mendapatkan tempat penitipan anak yang aman, nyaman, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Kehadiran daycare ini menjadi alternatif bagi keluarga urban yang membutuhkan pengasuhan berkualitas untuk anak usia dini. Human Starchild menekankan pendekatan pendidikan yang mendorong kemandirian, disiplin, dan kemampuan sosial anak sejak usia dini.

Konsep Pengasuhan Anak Terinspirasi Sistem Pendidikan Jepang

Human Starchild merupakan pusat penitipan anak yang mengadopsi prinsip pendidikan anak usia dini dari Jepang. Model pengasuhan ini menekankan perkembangan karakter, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi dalam lingkungan yang aman serta terstruktur.

baca juga”Pendidikan Usia Dini: Jangan Biarkan Gedget Menghancurkan Masa Depan Anak

Daycare ini telah memiliki lebih dari 40 cabang di Jepang. Kini konsep tersebut hadir di Indonesia dengan pembukaan cabang kedua yang berlokasi di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan.

President Director PT Human Cita Ananda, Yuriko Delvita Bambang, menjelaskan bahwa konsep ini bertujuan membantu anak tumbuh mandiri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sejak usia dini.

Menurut Yuriko, pendekatan Jepang dipilih karena dikenal menekankan nilai disiplin, tanggung jawab, dan rasa percaya diri pada anak.

“Kami ingin mendukung tumbuhnya kemandirian serta kemampuan sosial anak. Human Starchild juga hadir sebagai mitra keluarga dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak,” ujar Yuriko saat acara pembukaan.

Adaptasi Metode Jepang dengan Budaya Keluarga Indonesia

Meski terinspirasi dari sistem Jepang, Human Starchild tidak menerapkan metode tersebut secara kaku. Program pengasuhan disesuaikan dengan nilai budaya dan kebutuhan keluarga di Indonesia.

Pendekatan ini memandang setiap anak sebagai individu unik yang memiliki kebutuhan perkembangan berbeda. Lingkungan belajar dirancang agar anak dapat belajar dengan nyaman sekaligus mengekspresikan dirinya.

Yuriko menegaskan bahwa tujuan utama daycare ini adalah menciptakan ruang aman bagi anak untuk berkembang secara optimal.

“Pendekatan Jepang bukan berarti menyalin sistemnya secara persis. Kami tetap menghormati budaya keluarga Indonesia dan fokus menciptakan lingkungan terbaik bagi anak,” jelas Yuriko.

Fasilitas dan Program Pembelajaran Anak Usia Dini

Human Starchild menyediakan program harian yang dirancang sesuai tahap perkembangan anak. Jadwal kegiatan dimulai dari pukul 08.00 hingga 17.30, menyesuaikan kebutuhan orang tua yang bekerja.

Program unggulan yang diterapkan adalah metode WALET yang terdiri dari Watching, Activating, Listening, Expressing, dan Thinking. Metode ini bertujuan melatih kemampuan observasi, komunikasi, dan berpikir anak.

Selain itu, tersedia berbagai aktivitas pembelajaran seperti:

Flashcard untuk pengenalan konsep dasar

Workbook untuk melatih kemampuan motorik dan kognitif

Program tema mingguan

Kegiatan seni dan kerajinan

Area Montessori untuk eksplorasi mandiri

Ruang belajar juga disesuaikan dengan kelompok usia anak. Lantai pertama diperuntukkan bagi anak usia 0–2 tahun dengan kegiatan sensorik dan stimulasi motorik. Sementara lantai kedua digunakan anak usia 3–5 tahun dengan kegiatan kreatif seperti menggambar dan mewarnai.

School Tour dan Aktivitas Interaktif bagi Orang Tua

Untuk memperkenalkan konsep pengasuhan yang diterapkan, Human Starchild mengadakan rangkaian kegiatan saat pembukaan cabang baru. Kegiatan tersebut meliputi school tour, food testing, serta aktivitas anak.

Dalam sesi school tour, orang tua diajak melihat langsung fasilitas daycare dan sistem pengasuhan yang diterapkan.

Fasilitas yang tersedia antara lain ruang kelas sesuai usia anak, area bermain luar ruangan, kolam renang anak, serta ruang penyimpanan perlengkapan pribadi anak.

Setiap kelas juga dilengkapi toilet khusus serta ruang penyimpanan tempat tidur anak yang dapat digunakan saat waktu istirahat.

Orang Tua Apresiasi Nilai Disiplin dan Kemandirian

Beberapa orang tua yang hadir dalam acara pembukaan mengaku tertarik dengan pendekatan pengasuhan yang ditawarkan. Salah satunya adalah Naomi, yang datang bersama suaminya untuk melihat langsung fasilitas daycare tersebut.

Menurut Naomi, nilai pengasuhan yang terinspirasi dari Jepang dinilai selaras dengan harapan banyak orang tua modern.

“Value dari Jepang biasanya menekankan disiplin dan memberi kepercayaan pada anak. Itu yang membuat kami tertarik untuk mengenal konsepnya lebih jauh,” ujar Naomi.

Selain metode pengasuhan, aspek nutrisi anak juga menjadi pertimbangan penting bagi orang tua. Human Starchild menyediakan menu makanan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Menurut Naomi, adanya chef yang menyiapkan makanan anak menjadi nilai tambah yang memberikan rasa aman bagi orang tua.

Meningkatnya Kebutuhan Daycare Berkualitas di Kota Besar

Pertumbuhan jumlah keluarga muda di kota besar mendorong peningkatan kebutuhan layanan daycare berkualitas. Banyak orang tua tetap aktif bekerja setelah memiliki anak sehingga membutuhkan sistem pengasuhan yang terpercaya.

Berdasarkan berbagai studi pendidikan anak usia dini, lingkungan pengasuhan yang aman dan terstruktur dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak.

Karena itu, standar keamanan, kebersihan, serta kualitas tenaga pengasuh menjadi faktor penting dalam layanan penitipan anak.

Human Starchild mengklaim telah memperoleh sertifikasi dan pengakuan dari Jepang terkait standar pengasuhan, kebersihan, serta sistem layanan pendidikan anak usia dini.

Komitmen Menjadi Mitra Keluarga dalam Pendidikan Anak

Melalui pendekatan pengasuhan berbasis nilai disiplin dan kemandirian, Human Starchild berupaya menjadi mitra keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Pendekatan ini menekankan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga kolaborasi antara lembaga pendidikan dan keluarga.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan daycare berkualitas di Indonesia, kehadiran konsep pengasuhan yang terstruktur dan adaptif diharapkan dapat membantu orang tua memberikan lingkungan terbaik bagi perkembangan anak sejak usia dini.

baca juga”Educourse.id Gelar Webinar Penguatan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post