Kemendiktisainstek Usulkan Rp16,5 Triliun untuk Beasiswa

Kemendiktisainstek Ajukan Tambahan Anggaran Rp16,5 Triliun

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisainstek) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp16,525 triliun untuk Tahun Anggaran 2027. Tambahan dana tersebut diperlukan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan pendidikan tinggi, riset, sains, teknologi, dan layanan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Baca Juga “Ada Potensi Riset Pangan Bersama, Restoran Cepat Saji dan IPB University Beri Beasiswa bagi 35 Mahasiswa Baru“

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yulianto menyampaikan usulan tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin.

Menurut Brian, pagu anggaran Kemendiktisainstek yang telah disepakati mencapai Rp66,44 triliun. Namun, anggaran tersebut dinilai belum mampu menutup seluruh kebutuhan operasional kementerian pada 2027.

“Pagu anggaran tahun 2027 sebesar Rp66,44 triliun baru mengakomodasi KIP Kuliah, revitalisasi rumah sakit perguruan tinggi negeri (RSPTN), dan SMA Unggul Garuda,” kata Brian.

Ia menjelaskan masih terdapat sejumlah kebutuhan yang belum tercakup dalam pagu tersebut. Beberapa di antaranya mencakup belanja pegawai, operasional kantor, beasiswa mahasiswa yang sedang berjalan, bantuan operasional perguruan tinggi negeri, serta layanan LLDikti.

Usulan Tambahan Anggaran Capai Rp16,525 Triliun

Kemendiktisainstek mengusulkan tambahan anggaran dengan nilai persis Rp16.525.304.901.000. Dana tersebut diarahkan untuk menutup kebutuhan pembiayaan yang belum terakomodasi dalam pagu 2027.

Selain mendukung operasional pendidikan tinggi, tambahan anggaran juga ditujukan untuk memperkuat program di bidang sains dan teknologi.

Kementerian membagi usulan tersebut ke dalam lima unit eselon I. Pembagian dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing unit dalam menjalankan program dan layanan pada tahun anggaran mendatang.

Sekretariat Jenderal mendapat porsi usulan sebesar Rp4,32 triliun. Sementara itu, Inspektorat Jenderal mengajukan kebutuhan tambahan sebesar Rp30,63 miliar.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menjadi penerima porsi terbesar dengan nilai Rp9,38 triliun. Kemudian, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan memperoleh usulan Rp497,44 miliar.

Adapun Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi mendapat alokasi tambahan sebesar Rp1,61 triliun.

Pembagian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar tambahan anggaran diarahkan untuk kebutuhan pendidikan tinggi. Komponen lainnya mencakup penguatan fungsi riset serta pengembangan sains dan teknologi.

Pagu Awal Kemendiktisainstek Sebesar Rp65,17 Triliun

Besaran anggaran Kemendiktisainstek untuk 2027 sebelumnya ditetapkan melalui Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Dalam surat tersebut, pagu indikatif kementerian ditetapkan sebesar Rp65,17 triliun. Angka tersebut kemudian memperoleh tambahan sekitar Rp1,26 triliun dari Badan Anggaran DPR RI.

Tambahan tersebut secara khusus diarahkan untuk memperluas program KIP Kuliah. Setelah penambahan itu, pagu yang disetujui menjadi Rp66,44 triliun.

Namun, kementerian menilai masih terdapat kebutuhan lain yang belum dapat dibiayai melalui pagu tersebut. Karena itu, Kemendiktisainstek kembali mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI.

Kebutuhan tersebut berkaitan dengan keberlanjutan sejumlah program pendidikan tinggi dan pelayanan teknis kementerian. Pembiayaan beasiswa yang sedang berjalan menjadi salah satu komponen yang disebut masih membutuhkan dukungan anggaran.

Beasiswa dan Layanan LLDikti Jadi Perhatian

Salah satu kebutuhan yang menjadi bagian dari usulan tambahan adalah pembiayaan beasiswa tahun berjalan. Pemerintah perlu memastikan program beasiswa yang telah berjalan dapat tetap memperoleh pendanaan sesuai ketentuan.

Selain beasiswa, Kemendiktisainstek juga memasukkan kebutuhan bantuan operasional perguruan tinggi negeri. Anggaran tersebut berkaitan dengan keberlangsungan layanan pendidikan tinggi dan pelaksanaan kegiatan akademik.

Layanan LLDikti turut masuk dalam kebutuhan tambahan. Lembaga tersebut memiliki fungsi pelayanan pendidikan tinggi di wilayah, termasuk koordinasi dengan perguruan tinggi yang berada dalam cakupan kerjanya.

Menurut Brian, kecukupan anggaran diperlukan agar layanan pendidikan tinggi dapat berjalan secara optimal selama 2027.

Usulan tersebut juga berkaitan dengan agenda peningkatan kapasitas nasional di bidang sains dan teknologi. Pemerintah menempatkan pengembangan kedua bidang tersebut sebagai bagian dari kebutuhan pembangunan pendidikan tinggi.

Kemendiktisainstek Minta Dukungan Komisi X

Kemendiktisainstek berharap Komisi X DPR RI dapat mendukung usulan tambahan anggaran sebelum pembahasannya dilanjutkan ke Badan Anggaran DPR RI.

Brian menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi X terhadap tambahan anggaran yang sebelumnya diberikan untuk perluasan KIP Kuliah.

“Tentu kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak, Ibu dari Komisi X yang telah membantu untuk bersama-sama mengusulkan dan dapat disetujui sebesar Rp1,2 triliun,” ujar Brian.

Ia kemudian meminta agar usulan tambahan sekitar Rp16 triliun untuk fungsi pendidikan juga dapat diteruskan kepada Badan Anggaran.

“Kami berharap usulan tambahan untuk fungsi pendidikan sebesar Rp16 triliun itu juga dapat tetap kita usulkan untuk mendapatkan tambahan dari Badan Anggaran,” katanya.

Tahap berikutnya akan menentukan apakah seluruh atau sebagian usulan tersebut memperoleh tambahan dalam pembahasan anggaran 2027.

Jika disetujui, anggaran tambahan tersebut akan menjadi sumber pembiayaan bagi sejumlah kebutuhan yang belum masuk dalam pagu sebelumnya. Komponen tersebut mencakup beasiswa, operasional perguruan tinggi, layanan LLDikti, serta program sains dan teknologi.

Pembahasan anggaran selanjutnya menjadi penting untuk memastikan kebutuhan pendidikan tinggi dan penelitian pada 2027 memiliki dukungan pembiayaan yang memadai sesuai keputusan pemerintah dan DPR RI.

Baca Juga “Gubernur Sulsel Lepas 28 Penerima Beasiswa Luar Negeri 2026“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post