Menteri PU Pastikan NTT Dapat Enam Sekolah Rakyat Baru

NTT Akan Miliki Enam Sekolah Rakyat Baru, Menteri PU Tinjau Kesiapan Fasilitas di Kupang

Pemerintah terus memperluas pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemerataan akses pendidikan. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memperoleh tambahan enam Sekolah Rakyat yang tersebar di Pulau Sumba dan Pulau Flores. Penambahan tersebut diharapkan memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Baca Juga “Dody Hanggodo Pastikan Sekolah Rakyat Kupang Siap Dipakai Tahun Ini

Enam Lokasi Baru Disiapkan di Sumba dan Flores

Dody Hanggodo menyampaikan rencana tersebut saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kupang di Desa Oelnasi, Kabupaten Kupang, Jumat. Kunjungan itu bertujuan memastikan pembangunan fasilitas sekolah berjalan sesuai perencanaan dan siap mendukung kegiatan belajar.

Menurut Dody, enam proyek baru telah memasuki tahapan pengadaan atau tender pembangunan. Dua sekolah akan dibangun di Pulau Sumba, masing-masing di Kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya. Empat lokasi lainnya berada di Pulau Flores, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ngada.

Penambahan tersebut menjadi bagian dari pengembangan jaringan Sekolah Rakyat yang dilakukan pemerintah di berbagai daerah agar layanan pendidikan dapat menjangkau wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Pemerintah Terus Menambah Kapasitas Sekolah Rakyat

Selain menyampaikan rencana pembangunan di NTT, Dody menjelaskan bahwa puluhan Sekolah Rakyat telah mulai beroperasi di berbagai daerah di Indonesia.

Ia mengatakan saat ini sebanyak 93 Sekolah Rakyat telah difungsikan secara nasional, termasuk fasilitas yang berada di Kabupaten Kupang. Meski kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) masih berlangsung, proses pembelajaran reguler dijadwalkan dimulai pada awal Agustus setelah siswa mengikuti tahap matrikulasi.

Pemerintah berharap seluruh sekolah yang telah selesai dibangun dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung proses pendidikan secara bertahap.

Sekolah Rakyat Diharapkan Membuka Peluang Pendidikan yang Lebih Merata

Dalam kesempatan tersebut, Dody menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan gedung, tetapi juga bertujuan memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Ia mengajak para siswa memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan masa depan.

“Semangat wajib dijaga. Belajar yang rajin, jangan lupa berdoa kepada orang tua. Kalian semua harus sukses. Tugas kami memastikan sarana dan prasarananya tersedia agar kalian bisa belajar dengan nyaman,” ujar Dody kepada para siswa.

Pesan tersebut disampaikan saat Menteri PU berdialog langsung dengan peserta didik yang telah menempati asrama dan mengikuti rangkaian kegiatan awal tahun ajaran.

Pihak Sekolah Sambut Dukungan Pemerintah

Kepala Sekolah SRT 1 Kabupaten Kupang, Felipina Agustina Kale, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan fasilitas pendidikan. Menurutnya, penyempurnaan sarana pendukung tetap dilakukan meskipun aktivitas sekolah telah dimulai.

Ia menilai kehadiran Menteri PU memberikan motivasi bagi tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik.

“Kami sangat bersyukur karena pemerintah tidak hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga terus memastikan seluruh fasilitas pendukungnya dilengkapi. Kehadiran Bapak Menteri menjadi penyemangat bagi kami untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada anak-anak,” katanya.

Sekolah Rakyat Kupang Mampu Menampung Lebih dari Seribu Siswa

Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 peserta didik. Saat ini sekolah tersebut telah dihuni 246 siswa yang terdiri atas 20 siswa SD, 112 siswa SMP, dan 114 siswa SMA.

Pembangunan fisik sekolah dikerjakan oleh PT PP–PT DLJ (KSO) dengan melibatkan 967 tenaga kerja. Keterlibatan tenaga kerja dalam jumlah besar menjadi bagian dari percepatan penyelesaian proyek agar fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan secara optimal.

Melalui penambahan enam Sekolah Rakyat baru di NTT, pemerintah menargetkan semakin banyak anak memperoleh akses pendidikan yang layak. Pengembangan infrastruktur di berbagai kabupaten juga diharapkan mendukung pemerataan layanan pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah kepulauan tersebut.

Baca Juga “Sekolah Rakyat Kupang Sudah Beroperasi, Jalan Akses Masih Dikebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post