Peserta Tes Manajer Koperasi Keluhkan Sistem Error

Peserta Tes Manajer Koperasi Merah Putih Keluhkan Sistem CAT Error dan Jawaban Berubah Sendiri

Pelaksanaan tes seleksi manajer Koperasi Merah Putih di Bandar Lampung menuai keluhan dari sejumlah peserta. Sistem ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) disebut mengalami berbagai gangguan teknis yang dinilai menghambat proses pengerjaan soal.

Beberapa peserta mengaku mengalami masalah mulai dari jawaban yang sulit dipilih, koneksi perangkat yang hilang, hingga jawaban yang berubah sendiri saat ujian berlangsung. Kondisi tersebut memicu kekecewaan karena banyak peserta telah menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti seleksi.

baca juga”5 Prinsip Gentle Parenting Bantu Anak Mandiri

Peserta Tempuh Perjalanan Berjam-jam demi Ikut Seleksi

Salah satu peserta, Muli, datang dari Kabupaten Way Kanan menuju lokasi tes di Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bandar Lampung pada Selasa (5/5/2026).

Ia mengaku harus menempuh perjalanan sekitar tujuh jam menggunakan sepeda motor agar bisa mengikuti seleksi manajer Koperasi Merah Putih tersebut.

Namun, perjuangan panjang itu menurutnya tidak sebanding dengan kondisi pelaksanaan tes yang dinilai kurang siap secara teknis.

“Saya kecewa saat tes CAT karena banyak sekali kendala. Mulai dari jawaban susah dipilih sampai sinyal laptop sering hilang,” kata Muli kepada Liputan6.com, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, beberapa soal tidak dapat dijawab secara maksimal karena perangkat komputer yang digunakan sering mengalami gangguan selama ujian berlangsung.

Peserta Mengaku Sudah Protes ke Pengawas

Muli mengatakan dirinya sempat menyampaikan protes kepada pengawas ujian terkait gangguan sistem yang terjadi. Namun, ia mengaku tidak mendapatkan solusi yang memadai.

Menurut dia, peserta hanya diminta tetap melanjutkan ujian meskipun perangkat yang digunakan mengalami masalah teknis.

“Saya sudah protes ke pengawas, tapi tidak ada solusi. Kami hanya diminta tetap mengerjakan soal,” ujarnya.

Kekecewaan peserta semakin bertambah ketika hasil nilai yang muncul di perangkat ujian disebut berbeda dengan skor yang tampil pada monitor utama atau live score.

Muli mengaku beberapa peserta lain di sekitarnya juga mempertanyakan ketidaksesuaian nilai tersebut.

Jawaban Disebut Berubah Sendiri Saat Tes Berlangsung

Keluhan serupa juga disampaikan Agus, peserta asal Kabupaten Tanggamus yang mengikuti tes di Gedung Universitas Malahayati Bandar Lampung.

Menurut Agus, sistem ujian beberapa kali mengalami error di tengah pengerjaan soal. Ia bahkan menyebut jawaban yang dipilih terkadang berubah sendiri tanpa disadari.

“Kadang jawaban tidak bisa diklik. Bahkan seperti berubah sendiri seolah dipilihkan sistem,” kata Agus.

Gangguan tersebut membuat peserta kesulitan menyelesaikan soal secara optimal. Selain masalah teknis, peserta juga menilai waktu pengerjaan terlalu singkat dibanding jumlah soal yang diberikan.

Peserta Keluhkan Durasi Tes Terlalu Singkat

Agus menjelaskan peserta harus mengerjakan sekitar 50 soal dalam waktu kurang lebih tujuh menit. Menurutnya, durasi tersebut membuat banyak peserta tidak sempat menyelesaikan seluruh soal.

Kondisi itu diperparah dengan gangguan sistem yang membuat waktu pengerjaan semakin terbuang.

“Banyak soal yang akhirnya tidak terjawab karena waktunya sangat singkat,” ujarnya.

Ia menambahkan keluhan tersebut tidak hanya dialami satu atau dua peserta. Dalam satu sesi ujian, lebih dari separuh peserta disebut sempat mengangkat tangan untuk melaporkan masalah yang sama.

Menurut Agus, jumlah peserta dalam satu sesi mencapai sekitar 500 orang dan sebagian besar mengalami gangguan teknis serupa.

Peserta Minta Pelaksanaan Tes Dievaluasi

Para peserta berharap penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan tes agar masalah serupa tidak kembali terjadi pada seleksi berikutnya.

Mereka menilai persiapan teknis seharusnya dilakukan lebih matang mengingat peserta datang dari berbagai daerah dengan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

Selain itu, peserta juga berharap transparansi hasil ujian dapat diperjelas agar tidak menimbulkan keraguan terkait proses penilaian.

Pelaksanaan seleksi berbasis CAT sebenarnya dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan objektivitas proses rekrutmen. Namun, gangguan sistem yang terjadi justru memunculkan kekhawatiran mengenai kesiapan infrastruktur dan pengawasan teknis di lapangan.

Gangguan Teknis Dinilai Bisa Pengaruhi Hasil Seleksi

Masalah teknis selama ujian berpotensi memengaruhi konsentrasi dan performa peserta saat mengerjakan soal. Dalam sistem seleksi kompetitif, gangguan kecil sekalipun dapat berdampak pada hasil akhir peserta.

Karena itu, sejumlah peserta berharap penyelenggara memberikan perhatian lebih terhadap kualitas perangkat, kestabilan jaringan, serta kesiapan operator sebelum pelaksanaan tes berikutnya.

Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar proses seleksi berjalan lebih adil, transparan, dan tidak merugikan peserta yang telah berusaha mengikuti tahapan rekrutmen secara serius.

baca juga”Tes Kompetensi Koperasi Merah Putih: Jadwal, Ketentuan dan Kisi-kisinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post