Tak Hanya Gizi, Ini Kunci Kecerdasan Anak Menurut Dokter
kpsinfo.id >> Parenting & Pendidikan Anak Usia Dini>> Tak Hanya Gizi, Ini Kunci Kecerdasan Anak Menurut Dokter
Tak Hanya Gizi, Ini Kunci Kecerdasan Anak Menurut Dokter
Dokter Jelaskan Peran Nutrisi dan Stimulasi dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak
Banyak orang tua meyakini bahwa kecerdasan anak ditentukan terutama oleh makanan bergizi. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun perkembangan otak anak ternyata dipengaruhi oleh lebih dari sekadar asupan nutrisi. Para ahli menekankan pentingnya kombinasi antara gizi yang baik dan stimulasi yang tepat sejak usia dini.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengatakan bahwa perkembangan otak yang optimal membutuhkan dukungan dari dua faktor utama yang harus berjalan beriringan, yaitu nutrisi dan stimulasi.
“Dua-duanya harus diberikan 100 persen,” ujar Rini saat Grand Launching AceKid pada 7 Juni 2026.
Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi setiap hari. Anak juga membutuhkan pengalaman belajar, interaksi sosial, serta rangsangan yang membantu otaknya membangun koneksi baru selama masa pertumbuhan.
baca juga”Orang Tua Perlu Waspada Jika Anak Gemuk Mengorok“
Stimulasi Multimodal Membantu Otak Anak Berkembang Optimal
Rini menjelaskan bahwa stimulasi yang efektif tidak harus dilakukan melalui metode yang rumit. Salah satu pendekatan yang direkomendasikan adalah stimulasi multimodal, yaitu rangsangan yang melibatkan berbagai fungsi pancaindra secara bersamaan.
“Intinya, stimulasi itu diberikan dari orang tua kepada anaknya melalui pancaindra,” katanya.
Stimulasi multimodal mencakup sentuhan, pendengaran, penglihatan, gerakan, dan keseimbangan tubuh. Ketika anak menerima berbagai bentuk rangsangan tersebut secara konsisten, otak akan membentuk jaringan saraf yang mendukung kemampuan belajar, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Penerapan stimulasi ini dapat dilakukan melalui aktivitas sehari-hari. Orang tua dapat mengajak anak berbicara, membacakan buku, bernyanyi, bermain bersama, memeluk anak, atau mengenalkan lingkungan sekitar. Aktivitas sederhana tersebut terbukti membantu perkembangan kognitif sekaligus memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Sejumlah penelitian perkembangan anak juga menunjukkan bahwa interaksi responsif pada tahun-tahun pertama kehidupan berperan penting dalam pembentukan kemampuan bahasa, konsentrasi, dan keterampilan sosial di masa depan.
Orang Tua Perlu Memantau Semua Aspek Tumbuh Kembang Anak
Rini juga menyoroti masih adanya kesalahpahaman mengenai proses tumbuh kembang anak. Salah satu yang sering ditemui adalah anggapan bahwa keterlambatan pada satu kemampuan dapat dianggap normal jika anak unggul pada kemampuan lain.
Misalnya, anak yang mampu berjalan lebih cepat sering dianggap wajar jika kemampuan bicaranya berkembang lebih lambat. Menurut Rini, pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
“Kadang-kadang ada orang tua yang mengatakan ‘Oh anaknya jalan duluan, mungkin bicaranya belakangan’. Itu teori yang salah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan kemandirian merupakan aspek yang saling berkaitan. Masing-masing memang memiliki rentang waktu pencapaian berbeda, tetapi seluruhnya tetap perlu dipantau secara bersamaan.
Karena itu, orang tua disarankan rutin memantau tahapan perkembangan anak dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika menemukan tanda keterlambatan pada salah satu aspek tumbuh kembang.
Nutrisi Tetap Menjadi Fondasi Penting bagi Perkembangan Otak
Meski stimulasi memiliki peran besar, nutrisi tetap menjadi fondasi utama dalam pembentukan dan fungsi sistem saraf anak. Otak membutuhkan berbagai zat gizi penting untuk mendukung pertumbuhan sel, pembentukan koneksi saraf, dan kemampuan kognitif.
Beberapa nutrisi yang berperan penting dalam perkembangan otak antara lain protein, asam amino, LC-PUFA, lemak sehat, vitamin, mineral, serta probiotik yang mendukung kesehatan saluran cerna.
Pemenuhan kebutuhan nutrisi ideal dimulai sejak bayi melalui pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Setelah itu, kebutuhan gizi dilanjutkan melalui makanan pendamping ASI yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.
Konsumsi Susu dan Pembatasan Gula Berlebih Perlu Diperhatikan
Selain makanan sehari-hari, Rini menekankan pentingnya konsumsi susu selama masa pertumbuhan. Susu mengandung protein, kalsium, dan berbagai nutrisi yang mendukung pembentukan tulang serta pertumbuhan fisik anak hingga usia remaja.
“Pada masa anak, kita harus menabung kalsium. Kalsium untuk tulang itu mulai dari bayi sampai remaja,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian orang tua masih beranggapan bahwa anak tidak lagi memerlukan susu setelah berusia dua tahun. Padahal, kebutuhan kalsium dan protein tetap tinggi selama masa pertumbuhan berlangsung.
Di sisi lain, konsumsi gula berlebihan juga perlu dibatasi sejak usia dini. Rini mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menemukan hubungan antara asupan gula yang tinggi pada masa awal kehidupan dengan penurunan kemampuan kognitif di kemudian hari.
“Ternyata ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang mengonsumsi gula berlebihan pada satu tahun pertama kehidupan mengalami penurunan kemampuan kecerdasan pada usia tiga tahun,” katanya.
Selain memengaruhi kemampuan berpikir, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan juga dikaitkan dengan gangguan perkembangan bahasa dan motorik pada anak.
Kombinasi nutrisi yang tepat dan stimulasi yang konsisten menjadi kunci penting dalam mendukung kecerdasan anak. Orang tua perlu memahami bahwa perkembangan otak tidak hanya dibentuk oleh makanan bergizi, tetapi juga oleh interaksi, perhatian, dan pengalaman belajar yang diterima anak setiap hari. Dengan pendekatan yang seimbang, potensi tumbuh kembang anak dapat berkembang secara optimal sejak usia dini hingga memasuki masa sekolah.
baca juga”5 Manfaat Olahraga Pagi, Bantu Jaga Fokus hingga Tidur Lebih Nyenyak“
Related Post
- by setnis
- 0
Gus Ipul Minta Siswa Sekolah Rakyat DKI Tetap Percaya Diri
Gus Ipul Ajak Siswa Sekolah Rakyat Bangun Kepercayaan Diri dan Sambut Masa Depan dengan Optimisme…
- by setnis
- 0