UMJ Resmikan Kampus Tulang Bawang, Akses Makin Luas
kpsinfo.id >> Jurusan Kuliah & Prospek Karier>> UMJ Resmikan Kampus Tulang Bawang, Akses Makin Luas
UMJ Resmikan Kampus Tulang Bawang, Akses Makin Luas
UMJ Resmikan Kampus Tulang Bawang untuk Perluas Akses Pendidikan di Lampung
Kolaborasi Pemda dan Muhammadiyah Dorong Pendidikan Tinggi Berkualitas
Universitas Muhammadiyah Jakarta meresmikan gedung kampus di Tulang Bawang, Lampung, pada Selasa (28/4/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan pilihan perguruan tinggi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui skema Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Dalam perjanjian tersebut, pemerintah daerah menghibahkan aset berupa lahan seluas 10 hektar beserta infrastruktur pendukung seperti bangunan, jalan, jaringan, dan fasilitas lainnya.
Baca Juga “Kampus di Persimpangan Jalan“
Penandatanganan NPHD dilakukan oleh Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada Januari 2026 di Yogyakarta. Kerja sama ini menjadi fondasi pengembangan kampus yang dikelola melalui program PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama).
Acara peresmian dihadiri sekitar 2.300 undangan, termasuk pejabat pemerintah pusat dan daerah, akademisi, serta perwakilan organisasi Muhammadiyah. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menunjukkan dukungan luas terhadap pengembangan pendidikan tinggi di daerah.
Rektor UMJ, Ma’mun Murod, menyampaikan bahwa kehadiran kampus ini merupakan wujud komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang lebih merata. Ia menegaskan bahwa UMJ terus mengembangkan program akademik untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Saat ini, UMJ memiliki sekitar 65 program studi, termasuk program baru seperti okupasi terapi. Selain itu, sejumlah program studi tambahan masih dalam proses pengembangan, termasuk rencana pembukaan program doktor dan perluasan PSDKU di berbagai daerah.
“Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif dan memberdayakan, termasuk dengan melibatkan putra-putri daerah sebagai tenaga pengajar,” ujarnya.
Dari sisi regulator, Kepala LLDIKTI Wilayah II, Iskhaq Iskandar, menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi. Ia menilai kehadiran UMJ tidak menjadi pesaing, melainkan mitra bagi perguruan tinggi lain di Lampung.
“Perguruan tinggi harus bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kehadiran UMJ diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di wilayah ini,” jelasnya.
Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, menyambut positif kehadiran kampus tersebut. Ia menyebut bahwa wilayahnya sebelumnya belum memiliki perguruan tinggi, sehingga kehadiran UMJ menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga berharap kampus ini dapat berkontribusi dalam pengembangan riset terapan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai dapat menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menambahkan bahwa kehadiran UMJ membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa harus merantau ke kota besar. Hal ini dinilai penting mengingat tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Lampung masih relatif rendah.
Ia mengungkapkan bahwa hanya sekitar 22 persen lulusan pendidikan menengah di Lampung yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Angka tersebut menunjukkan masih besarnya potensi peningkatan akses pendidikan di wilayah ini.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya pembangunan kampus berkualitas di daerah. Ia menilai pendekatan ini lebih efektif dibandingkan membangun institusi baru dari awal tanpa kesiapan yang matang.
Menurutnya, pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Ia juga mengingatkan risiko fenomena “ijazah tanpa kompetensi” jika kualitas pendidikan tidak dijaga.
Selain itu, ia menyoroti tantangan over education dan under education, di mana sebagian lulusan tidak terserap sesuai bidangnya, sementara sebagian masyarakat masih belum mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Pendidikan harus aksesibel, terjangkau, dan fleksibel. Tidak harus gratis, tetapi harus ada dukungan bagi yang membutuhkan,” ujarnya.
Peresmian kampus UMJ di Tulang Bawang menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di daerah. Kehadiran PSDKU ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan pendidikan sekaligus mendorong pemerataan kualitas sumber daya manusia.
Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Dengan dukungan yang kuat, kampus ini berpotensi menjadi pusat pendidikan unggulan sekaligus motor penggerak pembangunan daerah di Lampung.
Baca Juga “25 Kampus dengan Mahasiswa Internasional Terbanyak 2026 Versi THE, Nomor 1 dari Asia!“
Related Post
- by setnis
- 0
Edwin Senjaya Dorong Warga Ikuti Pendidikan Kesetaraan
Edwin Senjaya Dorong Pendidikan Kesetaraan Jadi Jalan Tingkatkan Kualitas Warga Bandung Pimpinan DPRD Kota Bandung…
- by setnis
- 0