Universitas Brawijaya Tanam Pohon Langka untuk Iklim
kpsinfo.id >> Digital Skills & Bootcamp>> Universitas Brawijaya Tanam Pohon Langka untuk Iklim
Universitas Brawijaya Tanam Pohon Langka untuk Iklim
UNIVERSITAS BRAWIJAYA TANAM POHON LANGKA UNTUK MITIGASI PERUBAHAN IKLIM
Perubahan iklim mendorong berbagai institusi pendidikan mengambil langkah nyata dalam menjaga lingkungan. Universitas Brawijaya (UB) menjadi salah satu kampus yang aktif melakukan aksi tersebut melalui program penghijauan berbasis konservasi. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) UB Green Campus, kampus ini menanam 12 bibit pohon langka sebagai bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menekan dampak perubahan iklim.
Baca Juga “Pengakuan penyintas kekerasan seksual di kampus – ‘Antara takut, malu, atau enggak tahu harus melapor ke mana‘”
KONSERVASI POHON LANGKA PERKUAT EKOSISTEM KAMPUS
Penanaman ini tidak sekadar menambah ruang hijau, tetapi juga dirancang untuk memperkuat ekosistem kampus secara berkelanjutan. Salah satu jenis yang ditanam adalah pohon baobab (Adansonia), yang dikenal memiliki daya adaptasi tinggi serta kemampuan menyimpan air dalam batangnya. Pohon ini juga memiliki usia panjang yang dapat mencapai ratusan tahun.
Selain baobab, UB juga menanam berbagai spesies langka lainnya untuk meningkatkan keragaman vegetasi yang ada di dunia. Kehadiran tanaman ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kampus yang lebih seimbang secara ekologis, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa dan peneliti.
DUKUNG SDGS DAN SERAP EMISI KARBON
Kepala UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini, menjelaskan bahwa program ini memanfaatkan dana hibah tanaman yang diterima kampus. Pihaknya bertanggung jawab mengelola dan memastikan tanaman tersebut tumbuh optimal sehingga memberikan manfaat jangka panjang.
“Penanaman pohon langka ini menjadi simbol komitmen Universitas Brawijaya dalam menjaga lingkungan dan berkontribusi terhadap isu global, khususnya perubahan iklim. Kampus diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus contoh praktik keberlanjutan,” ujarnya.
Secara ilmiah, pohon berperan penting dalam menyerap karbon dioksida (CO2), yang menjadi salah satu penyebab utama pemanasan global. Data berbagai studi lingkungan menunjukkan bahwa satu pohon dewasa mampu menyerap hingga puluhan kilogram CO2 per tahun, tergantung jenis dan kondisi tumbuhnya.
Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). UB menargetkan kontribusi pada tiga aspek utama, yaitu penanganan perubahan iklim (SDG 13), pelestarian ekosistem daratan (SDG 15), dan pembangunan kota berkelanjutan (SDG 11).
PARTISIPASI AKADEMIKA JADI KUNCI KEBERLANJUTAN
UB menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada penanaman awal. Perawatan jangka panjang dan keterlibatan seluruh sivitas akademika menjadi faktor penting agar manfaat ekologis dapat terus dirasakan.
Sri Suhartini menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan kampus. Ia menyebut kampus hijau bukan sekadar konsep, melainkan investasi masa depan yang berdampak luas bagi generasi mendatang.
“UB ingin menjadi institusi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap lingkungan. Kampus hijau adalah bagian dari tanggung jawab tersebut,” katanya.
KAMPUS SEBAGAI LABORATORIUM ALAM DAN PARU-PARU KOTA
Dengan penambahan pohon langka, Universitas Brawijaya berpotensi menjadi laboratorium alam yang mendukung penelitian lingkungan. Mahasiswa dan dosen dapat memanfaatkan kawasan ini untuk riset terkait ekologi, konservasi, hingga perubahan iklim.
Selain itu, keberadaan vegetasi yang beragam juga berkontribusi terhadap kualitas udara di sekitar kampus. Dalam jangka panjang, kawasan ini diharapkan berfungsi sebagai paru-paru kota yang membantu menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah sekitarnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan global. Dengan pendekatan berkelanjutan, UB berupaya menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Baca Juga “MUI Dorong Penguatan Pembinaan Spiritual Cegah Kekerasan Seksual di Kampus“
Related Post
- by setnis
- 0
Global Talent Day 2026 Jadi Ajang Pengembangan Talenta RI
Kemenko PM Gelar Global Talent Day dan Kebumen Job Fair 2026 untuk Siapkan Talenta Indonesia…
- by setnis
- 0